Pesan Dakwah

Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya” {HR. Muslim}

10 Tahun Jagain Jodoh Orang, Kisah Asmara Pria Ini Dari 2008 Akhirnya Bikin Nangis

Akhir cerita dari kisah asmara pemilik akun @deddy_setiawan24 belakangan menjadi perbincangan dan jadi viral di internet. Para peselancar dunia maya merasa simpati atas kisah yang dilaluinya.
Sejak 2008 Deddy sudah bersama dengan seorang wanita pujaan hati. Lewat Instagram Story-nya Deddy memposting ketika dirinya mengenakan seragam sekolah.
2009, dalam postingannya Deddy dan wanita yang sama tampak lebih mesra. Wajah keduanya juga sudah terlihat lebih dewasa.
2010, mereka masih bersama.
Dua tahun menjalin hubungan sepertinya Deddy dan kekasih semakin menemukan chemistry-nya.
Benar saja, hingga 2013 mereka berdua masih bersama. Bukan lagi seragam sekolah atau baju kuliahan, kini mereka selfie dengan seragam kerja.
Sampai di 2017 Deddy dan wanita berkerudung itu masih tetap bersama. Di tahun ketujuh itu, senyum mereka berdua tampak masih merona.
Sayang, foto di tahun 2018 rupanya ada perubahan. Mereka berdua tak lagi selfie bersama.
Ada satu orang lelaki lain yang berdiri di samping wanita tersebut. Terlihat Deddy tampak mengenakan baju biasa saja.

Sedangkan wanita yang bersama Deddy sebelumnya mengenakan baju pengantin. Bukan, bukan Deddy mempelai lelakinya.

Melainkan pria lain.

"Kenapa dia Pergi ?

"Karena aku selalu berdoa kepada Allah agar diberikan yang terbaik dan dia bukanlah orangnya."
Nanti kasih tau ke anak kamu, bahwa dulu ada pria bodoh yang selalu bertingkah konyol hanya untuk membuatmu tertawa,"

Banyak warganet yang merasa kasihan pada Deddy. Ini komentar mereka.

@Muchamad Uli Zubaedi : Eeeh bujuuug 10 tahun jagain jodoh orang

@Siswandari Rika Itulah : yg dinamakan jodoh, tapi jangan frustasi dunia tidak selebar daun kelor, Allah akan memberikan jodoh yg lebih baik lagi tetap

@Agus Kurniawan : Kirain bakal lancar karna udah hubungan dari smp + sama2 udh kerja ehh ternyata bad ending kerad juga ni cewek

@Dj'Kriss : Wajar lu di tinggal nikah, itu pacaran apa sewa tanah ampe bertahun-tahun

@Angga Rushan Aradheya : Yg pacaran bertahun" bakal kalah sama yg langsung datang dan melamar, fix gua semangat nabung

@Lucy Butar Butar : Gila, ckckckckck. Dan lu masih mau dtg ke pesta nikahannya? saluttt

http://www.popnesia.com/2018/02/10-tahun-jagain-jodoh-orang-kisah.html

Tukang Tambal Ban Ini Selalu Gratiskan Jasanya Setiap Hari Jumat

Berbuat dan berbagi kebaikan semampunya. Itulah yang dilakukan warga Edi Suprapto. Meski hanya bekerja sebagai tukang tambal ban, namun warga Lamongan ini tetap bisa berbagi kebaikan.

Setiap hari Jumat, pria 46 tahun ini selalu menggratiskan biaya tambal ban bagi warga yang datang ke lapak tambal bannya di Perumahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan. Untuk memberitahu warga kalau tambal bannya gratis pada hari Jumat, Edi sengaja menempelkan banner berukuran 1x2 meter di depan lokasi tambal bannya yang berada di depan rumah tersebut.
"Saya memilih menggratiskan biaya tambal ban setiap hari Jumat itu karena menuruti hati saja, lebih bagus dibanding hari lainnya," kata Edi yang mulai membuka usaha tambal ban sejak 2007 itu kepada detikcom, Jumat (9/2/2018).

Gratis tambal ban setiap hari Jumat, kata Edi, diaku sudah dilakukannya sejak tiga tahun lalu. Kalaupun ada yang memberinya uang sebagai biaya tambal ban, Edi mengaku selalu mengembalikan uang tersebut karena memang untuk hari Jumat ia tidak pernah menarik biaya tambal.

"Saya menolong dengan ikhlas, tak mendapatkan uang sama sekali, namun Allah maha adil karena selalu saja ada rezeki," tuturnya.

Rezeki yang yang dimaksud, menurut Edi, banyak orang yang setelah satu minggu atau bahkan sebulan setelah menambal ban gratis, datang kembali ke rumahnya dengan membawa sembako, seperti beras, gula dan lainnya.
"Awalnya saya bingung kok tiba-tiba ada yang datang membawa barang-barang tersebut, setelah saya tanya, ternyata yang membawa barang ini mengaku pernah saya tolong ketika bannya kempes dan ditambal tanpa biaya, padahal saya sendiri sudah lupa orangnya," aku Edi yang kalau dihitung setiap hari jumat ada belasan sepeda atau motor yang harus ia tambal.

Tak berhenti hanya pada hari Jumat saja, ternyata Edi juga menggratiskan biaya tambal ban untuk sepeda angin, sepeda pengambil sampah, becak motor, hingga sepeda motor lama tahun 80-an. Bahkan, kalau ada orang yang kebetulan sedang mengalami ban bocor atau kempes dan tidak membawa uang, Edi dengan sukarela tetap akan menambal ban atau menambah angin.
"Kalau tak punya uang, masak gak saya tambalkan, saya kasihan dan yang saya bantu ya cuma bisa membantu tambal ban," tutur Edi.

Dari profesinya sebagai tambal ban ini, Edi bisa menyekolahkan tiga anaknya. Anak tertua, kata Edi, bersekolah di salah satu SMA di Malang sedangkan dua anak lainnya masih duduk di bangku SMP dan MI. Tarif tambal ban di tempat Edi pun bisa dibilang murah, Rp 10 ribu dan Rp 1.000 untuk tambah angin.

"Di hari biasa, saya pernah menambal ban sebanyak 23 sepeda motor mulai dari jam 4 pagi hingga malam," ujar Edi.

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3858547/tukang-tambal-ban-ini-selalu-gratiskan-jasanya-setiap-hari-jumat

Cara Kopka Rendy Menjemput Rezeki Hingga Ratusan Juta Rupiah di Kota Langsa Aceh

Pangkatnya 'cuma' Kopral Kepala. Namun rezekinya melebihi gaji komandannya sendiri. Itulah sosok Kopka Rendy. Seorang prajurit TNI AD yang berdinas di Satuan Kodim 0104/Aceh Timur jajaran Korem 011/Lilawangsa.

Penghasilan ratusan juta rupiah yang didapatnya setiap bulan, didapatnya dari usaha rumah makan yang ditekuninya. Rumah makan milik Kopka Rendy di Kota Langsa cukup terkenal.
"Dalam ajaran agama Islam, ada 10 langkah menjemput rezeki di jalan Allah, yaitu taqwa, tawakal, sholat, istiqfar dan zikir, silaturahmi, sedekah, berbuat baik, usaha, bangun bagi cepat selalu bersyukur dan tidak sombong," kata Kopka Rendy saat memberikan ceramah usai melaksanakan sholat subuh berjamaah bertempat di Masjid AL-fitrah Korem 011/Lilawangsa, Minggu (18/6).

Di hadapan ratusan para jamaah shubuh, Kopka Rendy berbagi pengalaman meraih rezeki dari Allah SWT.

Selain itu, Kopka Rendy juga menjelaskan bagaimana cara mengatur waktu antara tugasnya sebagai prajurit TNI AD dengan usahanya di luar dinas. Dia mengaku tugas sebagai prajurit tetap menjadi prioritas. Setelah dinas, baru dia menjalankan usaha rumah makan miliknya.

Rendy menjelaskan dia selalu mewajibkan karyawannya untuk salat tepat waktu di masjid. Begitu juga dengan salat sunat di waktu Dhuha.
"Saya tidak segan-segan memecat karyawan jika ketahuan tidak salat," kata Rendy.

"Rezeki adalah suatu nikmat Allah yang sudah diatur dan disediakan oleh Allah SWT untuk hamba-hambanya. Namun tinggal bagaimana cara kita selaku hambanya untuk mendapatkannya," jelas tamtama TNI AD ini di depan Danrem 011/LW, Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, Kasrem 011/LW, Letkol Inf Sofanuddin dan para jemaah.

Warung Isor Nungko Malang, Gratis Makan Tiap Jumat untuk Tukang Becak dan Pasukan Kuning

Hari Jumat menjadi berkah khusus bagi para kuli bangunan, tukang becak dan pekerja kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, Jawa Timur.

Baca :  Terbukti Aplikasi Android Cashtree Memberi Pulsa HP Gratis dan Bonus

Di hari tersebut, mereka dapat memperoleh makan gratis di Warung Isor Nungko, Jalan Sultan Agung, Kota Malang.

Pemilik Warung Isor Nungko Hari Purnomo mengatakan, makan gratis itu sudah berlangsung selama tiga kali atau hampir satu bulan.

"Sudah tiga minggu ini," kata Hari, Jumat (24/2/2017).
Program makan gratis itu dilakukan atas kerja sama dengan Yayasan Amil Zakat Nurul Hayat. Yayasan tersebut memberikan anggaran sebesar Rp 10.000 per orang untuk 100 orang setiap Jumat.

Dana bantuan itu hanya untuk biaya makan. Minum dan kopi ditanggung oleh pemilik warung.

"Kita ingin berbagi rezeki. Ingin merasakan kebersamaan dengan makan bersama orang-orang yang tidak mampu," katanya.

Ada berbagai menu yang diberikan kepada para penerima rezeki makan gratis tersebut, mulai ayam goreng, tongkol, mujahir, sop daging, dan rawon. Warung ini buka mulai pagi hingga sore hari.
Solihin, petugas kebersihan atau pasukan kuning Kota Malang merasa senang dengan adanya makan gratis itu. Ia tidak perlu lagi repot-repot membawa bekal dari rumah.

"Hampir 50 persen teman-teman bawa bekal dari rumah. Kalau ada kayak gini, tidak usah bawa lagi," katanya.

http://regional.kompas.com/read/2017/02/24/13161761/di.warung.ini.tukang.becak.dan.pasukan.kuning.makan.gratis.tiap.jumat

Aiptu Suprapto, Polisi Berhati Mulia Menggratiskan Soto Tiap Hari Jumat

Aiptu Suprapto, seorang polisi yang berhati mulia. Aiptu Suprapto adalah anggota kepolisian yang berdinas di Polrestabes Semarang unit Provos Sie Propam ini menggratiskan warung soto miliknya setiap hari Jumat.

Baca :  Terbukti Aplikasi Android Cashtree Memberi Pulsa HP Gratis dan Bonus

Setahun sudah kegiatan sosial itu dilakukan oleh Suprapto. Setiap hari Jumat ia menggatiskan soto lengkap dengan lauknya kepada pengunjung yang datang ke warungnya. Mereka cukup membayar minumnya saja.
Suprapto bersama sang istri, Emy Sulistiyati, sengaja menggratiskan soto di warung mereka sebagai bentuk sedekah di hari Jumat.

“Ya, kami memang sengaja menggratiskan kepada pengunjung setiap hari Jumat, untuk sekedar berbagi rejeki dan bersedekah, kan hari Jumat barokah Mas," kata Emy seperti dikutip Merdeka, Jumat (13/1/2017).
Suprapto juga menyampaikan alasan yang senada dengan istrinya.

"Karena ini kan hari berkah," ujarnya seperti dikutip Republika.

Tak kurang dari 250 porsi diberikan secara gratis setiap Jumat. Sebelum shalat Jumat, biasanya soto gratis itu sudah habis.
Para pengunjung umumnya adalah karyawan, wisatawan Lawang Sewu, dan orang-orang yang berkegiatan di sekitar warung yang berlokasi di gang Jalan Simpang tepat di belakang tempat wisata Lawang Sewu itu.

http://www.voa-moeslim.com/2017/01/gratiskan-warungnya-setiap-jumat-alasan.html#

Rahmad Nurhidayat, Tukang Bakso Dermawan Bakso Gratis Bila Hapal Quran

Jika anda berkunjung ke Kota Solo, belum lengkap kalau belum mengunjungi Alun-alun Kidul (selatan) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Di sepanjang sore hingga malam hari, berbagai hiburan khususnya becak lampu dan kuliner khas Solo disajikan.

Baca : Terbukti Aplikasi Android Cashtree Memberi Pulsa HP Gratis dan Bonus

Dari sekian banyak hiruk pikuk di tempat yang sering disebut Alkid (alun-alun kidul) tersebut, ada seorang penjual bakso unik. Di sebuah gerobak motor kecil bakso Malang tersebut tertempel sebuah kertas putih bertuliskan "HAFAL AL-QURAN, GRATIS SELAMANYA'. Tulisan sederhana tersebut bahkan telah menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Sang empunya gerobak bakso, bernama Rahmad Nurhidayat pun tak menampik kabar tersebut. Pria 30 tahun asal Palur, Mojolaban, Sukoharjo itu mengaku sudah mendapatkan kiriman berita tersebut dari beberapa kawannya.

"Ada temen saya yang ngasih tahu mas, kalau tulisan di gerobak saya itu beredar di media sosial," ujar Rahmad saat ditemui merdeka.com, Senin (9/1) petang.

Rahmad mengaku bertanggung jawab dengan tulisan tersebut. Ia sangat serius dan mengapresiasi kepada para penghafal Alquran. Sehingga dia pun akan menghadiahkan semangkok bakso lengkap untuk dimakan. Bahkan mereka boleh datang dan makan setiap hari di warung dadakan, yang ada di pojokan barat pintu masuk selatan Alkid.

"Silakan yang hafal Quran makan bakso di sini gratis selamanya, selama saya masih berjualan," terangnya.

Rahmad mengaku menggratiskan baksonya bagi hafiz Alquran sejak 1,5 tahun lalu. Ia mengaku bingga saat ini sudah belasan orang datang ke warungnya untuk makan bakso gratis. Ia tidak akan menguji atau meminta membuktikan kepada penghafal Quran sebelum makan.

"Kalau saya percaya saja mas, tidak usah dites. Dulu ada bapak-bapak yang tiap hari ke sini. Tapi sudah lama enggak kelihatan," jelas Rahmad sambil mengingat-ingat nama dan asal usul orang tersebut.

Kendati mensyaratkan hafal Alquran, Rahmad mengaku sering terjadi tawar menawar. Sehingga syarat hafal Alquran kadang dilanggar. Tak sedikit para siswa SD atau SMP yang hanya hafal Juz 'Amma atau beberapa surat lainnya minta digratiskan.
"Kemarin pas liburan itu ada anak SD Purbalingga yang wisata. Terus mampir dan nawar. Katanya baru hafal 2 surat. Ya sudah tetap kita beri bakso gratis mas," katanya.

Ide memberikan bakso gratis, jelas Rahmad, muncul 1,5 tahun lalu, meski ia telah berjualan bakso selama 4 tahun. Meskipun ia belum hafal Alquran, namun ia termotivasi oleh 8 keponakannya yang terus belajar untuk menghafal Alquran.

"Saya sendiri masih belum banyak hafalannya, waktunya susah mas. Tapi keponakan saya banyak yang jadi calon penghafal. Pingin rasanya, saya terus belajar kalau ada waktu," ucap suami Fitri Arianik ini.

Di masa mendatang, Rahmad ingin anak perempuannya yang masih berusia 9 bulan ini menjadi penghafal Alquran. Ia juga konsisten dengan keputusan menggratiskan bakso bagi hafiz Quran.

"Saya tidak pernah rugi menggratiskan bakso. Malah rezki saya bertambah, urusan dimudahkan sama Allah. Belum lama ini saya mengajukan kredit rumah, setelah interview, ternyata tidak disetujui. Dan saya batalkan rencana tersebut. Tapi setelah istri saya melahirkan dan keluar dari pekerjaannya, semua dimudahkan. Ia mendapat tawaran kredit rumah tanpa bunga di Kertonatan, Kartasura," kisah Rahmad sambil terus meladeni pembeli yang berdatangan tak henti.

Rahmad mengaku menjual bakso atas dorongan istri dan keluarganya. Ayah dan sejumlah saudaranya selama ini juga berjualan bakso. Namun ilmu meracik bakso justru ia dapatkan dari orang lain.

"Saya diajari oleh orang Malang. Sekarang sudah meninggal," terang pria yang pernah kuliah di Akademi Akutansi Balikpapan itu.

Lebih lanjut ia menceritakan, sebelum berjualan bakso di Alkid, ia terlebih dulu berjualan keliling dengan gerobak motor. Berjualan di Alkid, ia hanya melanjutkan ayahnya. Ia ingin dan dan berobsesi memiliki rumah makan atau warung bakso yang besar.

Selama berjualan bakso, Rahmad mengaku memperoleh penghasilan yang cukup. Dengan harga Rp 7 ribu per mangkok, dalam sehari ia bisa menghabiskan bakso minimal 100 porsi. Namun jika cuaca baik, dalam sehari minimal bisa menghabiskan 250 porsi.

"Kalau enggak hujan bisa sampai 250 mangkok. Tapi kalau hujan paling 100 mangkok saja. Saya buka jam 16.00 WIB, paling 2 jam, bentar lagi habis. Tapi kalau hujan sepi, bisa sampai jam 22.00 WIB, pas bareng tutupnya Alkid," urainya.
Dengan sepeda motor bebek AD 2758 LT, Rahmad mengusung dagangan dari rumahnya ke Alkid yang berjarak sekitar 8 kilometer. Sesampai di Alkid, ia segera memasang tenda merah lipat berukuran 3x6 meter untuk menampung pembeli. Tenda tersebut juga dilengkapi 2 meja dan 8 kursi serta sejumlah tikar. Selesai menyiapkan perlengkapan jualannya, pria bertubuh kurus tersebut langsung diserbu puluhan pembeli. Tak sedikit warga yang cuma mampir dan membungkus bakso untuk dibawa pulang.

Sebelum memutuskan berjualan bakso, Rahmad telah beberapa kali keluar masuk perusahaan sebagai marketing. Antara lain di PT Semen Gresik, dan sejumlah dealer sepeda motor di Kota Solo. Terkait riwayat kuliahnya, Rahmad mengaku kesulitan biaya, hingga harus putus di tengah jalan.

"Saya kuliah biaya sendiri di Balikpapan, jadi susah kalau sambil kerja," keluhnya.

Tekad Rahmad untuk menjadi penghafal Alquran memang sulit untuk diwujudkan. Namun demikian ia tak patah semangat. Selain terus belajar dan berusaha, ia juga bergaul dan mencari teman-teman yang hafal Alquran.

"Sekarang ini banyak teman-teman saya yang hafal Alquran. Jadi saya tetap termotivasi untuk menghafal Alquran," tuturnya.

https://www.merdeka.com/peristiwa/di-solo-hafal-alquran-bisa-makan-bakso-gratis-selamanya.html
Back to top