Pesan Dakwah

Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya” {HR. Muslim}

Tadabbur Quran Untuk Membuka Pintu Rezeki

Banyak orang yang mengeluh betapa sulitnya mencari rezeki. Sudah dicoba melamar pekerjaan kemana mana namun belum ada yang berhasil. Dicoba membuka usaha bisnis sendiri selalu merugi dan akhirnya terpaksa gulung tikar. Sementara kebutuhan hidup harus tetap dipenuhi, sehingga hutang menumpuk disana sini. Sungguh keadaan yang amat tidak menyenangkan. Bagaimana caranya agar keluar dari kesulitan ini?
Mengapa semua ini terjadi? Banyak orang yang lupa bahwa Allahlah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa saja yang dikehendakiNya. Kebanyakan orang merasa mampu mengatasi berbagai masalah dengan kekuatannya sendiri , sehingga adakalanya mereka lupa pada Allah yang mengatur kehidupan ini.
Ketika Allah uji mereka dengan berbagai kesulitan hidup  diantara mereka ada yang segera menyadari kekeliruannya dan kembali pada Allah mohon dibukakan jalan keluar dari berbagai kesulitan yang dialaminya. Namun  tidak sedikit yang tidak menyadari kekeliruannya itu, mereka sibuk menyalahkan berbagai pihak atas kesulitan yang dialaminya itu.
Berikut ini kami sampaikan beberapa ayat Qur’an untuk membuka pintu rezeki, insya Allah dengan membaca dan mentadabburinya  secara rutin setiap hari Allah akan membukakan pintu rezeki  dan melapangkan hidup mereka yang dalam kesulitan .
Bacalah ayat Qur’an berikut dibawah ini dengan tartil, kemudian tadabburi sesuai contoh yang kami sampaikan berikut ini .
1.Fathir 2-3

00:00
00:00
DOWNLOAD Fathir 2-3
 1.        Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 3. Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi ? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?
Bacaan Tadabbur :
Ya Allah telah Kau ingatkan pada kami dalam Qur’anMu yang agung, bahwa apa saja rahmat yang Kau bukakan bagi manusia tidak ada satu kekuatanpun yang dapat mencegahnya. Dan apa saja yang Kau tahan dari manusia , tidak ada yang bisa memberikannya selain Engkau. Engkau maha perkasa dan maha bijaksana. Ya Allah telah Kau ingatkan pula pada kami dalam Qur’anMu yang agung , agar kami mengenang  berbagai nikmat dan karunia yang telah Kau berikan pada kami. Adakah Tuhan selain Engkau yang dapat memberi kami rezeki dari langit dan bumi, tidak ada Tuhan selain Engkau . Tidak sepantasnya kami berpaling dari Mu.

Ya Allah kami mohon apa yang Kau janjikan dalam Qur’anMu yang agung, bukakan bagi kami pintu rahmat dari langit dan bumiMu, bukakan bagi kami pintu rahmat dari segala penjuru yang Kau berkahi. Bukakan bagi kami pintu rahmat dari langit dan bumiMu, jangan Kau tahan RahmatMu dari kami ya Allah.
Jika Kau tahan RahmatMu dari kami tidak ada yang bisa membukakannya selain Engkau. Ya Allah Engkau maha perkasa lagi maha bijaksana, ya Allah tolong kami mengenang, mengingat berbagai nikmat karunia  yang telah Kau berikan pada kami, tolong kami mensyukuri semua nikmat yang telah Kau berikan pada kami. Tambahkan pada kami kenikmatan yang banyak dari sisiMu. Adakah Tuhan selain Engkau yang dapat memberi kami rezeki dari langit dan bumi?, tidak ada Tuhan selain Engkau , tidak sepantasnya kami berpaling dariMu ya Allah.
Ya Allah perkenankanlah permohonan kami ini, lapangkan hidup kami selapang lapangnya, bukakan bagi kami pintu rezeki dari langit dan bumiMu, bukakan bagi kami pintu rezeki dari segala penjuru yang Kau berkahi. Bukakan pintu rahmat  bagi kami dari langit dan bumiMu, jangan Kau tahan rahmatMu, jangan Kau tahan rezeki Mu  dari kami ya Allah. Perkenankanlah permohonan kami ini , Engkaulah sebaik baik yang memperkenankan doa.
2.Al Israak 30

00:00
00:00
DOWNLOAD Al Israak 30
30. Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
Bacaan tadabbur:
Ya Allah , telah Kau ingatkan pada kami dalam Qur’anMu yang agung , bahwa Engkaulah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau maha mengetahui keadaan hamba hambaMu, Engkau maha mengetahui keadaan kami . Ya Allah kami mohon padau lapangkan rezeki kami selapang lapangnya, bukakan bagi kami pintu rezeki dari langit dan bumiMu. Bukakan bagi kami pintu rezeki dari segala penjuru yang Engkau kehendaki ya Allah. Bukakan bagi kami pintu rezeki dari segala penjuru yang Engkau berkahi, ya Alah Engkau maha melihat keadaan kami, Engkau maha menyaksikan keadaan kami , Engkau maha mengetahui keadaan kami.
Ya Allah jangan Kau sempitkan rezeki kami, ya Alah jangan Kau sempitkan hidup kami, ya Allah jangan Kau himpit kami dengan berbagai beban  hutang yang memberatkan kami. Jangan Kau himpit kami dengan beban hidup yang tidak sanggup kami memikulnya. Ya Allah lapangkan rezeki kami selapang lapangnya, hubungkan kami dengan sumber kekayaanMu yang tak terbatas dilangit dan bumi.
Ya Allah bukakan bagi kami pintu rezeki dari langit dan bumiMu, perkenankanlah permohonan kami ini ya Allah. Engkau maha menyaksikan , Engkau maha melihat, Engkau maha mengetahui keadaan kami ya Allah. Perkenankanlah permohonan kami ini Engkaulah sebaik baik yang memperkenankan doa.
3.Asy syuura 12

00:00
00:00
DOWNLOAD 42_12
12. Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Bacaan tadabbur :
Ya allah telah Kau ingatkan pada kami dalam Qur’anMu yang agung, bahwa Engkaulah yang memiliki perbendaharaan kekayaan dilangit dan bumi. Ya allah Engkaulah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau maha mengetahui tebntang segala sesuatu.
Ya allah kami mohon padaMu ya  allah, bukakan bagi kami pintu rezeki dari langiot dan bumiMu, hubungkan kami dengan sumber kekayaanMu yzang tak terbatas. Hubungkan kami dengan sumber kekayaanMu yang tak terhingga.
Ya allah cukupkan kami, cukupkan kami dengan sumber kekayaanMu yang tak terhingga, cukupkan kami dengan sumber kekayaanMu yang tak terbatas ya Allah. Jangan kau sempitkan hidup kami, jangan kau himpit  kami dengan beban hutang yang tak sanggup kami memikulnya. Jangan kau sempitkan hidup kami ya Allah, lapangkan hidup kami selapang lapangnya dengan rezeki yang kau limpahkan dari sumber kekayaanMu yang tak terbatas  dilangit dan bumi ya Allah. Lapangkan hidup kami selapang lapangnya ya allah, lapangkan rezeki kami selapang lapangnya ya Allah. Jangan Kau himpit hidup  kami dengan kesulitan kesulitan yang tidak sanggup kami menahannya ya allah.
Ya Allah Engkau maha mengetahui keadaan kami, Engkau maha melihat, Engkau maha menatap, Engkau maha menyaksikan keadaan kami. Tolong kami ya Allah, bebaskan kami dari berbagai kesulitan yang kami alami ya Alah. Perkenankanlah permohonan kami ini, Engkaulah sebaik baik yang memperkenankan doa.

4.Al Fath 1-3

00:00
00:00
DOWNLOAD Al Fath 1-3
1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata2. supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, 3. dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).
Bacaan tadabbur:
Ya Allah telah Kau ingatkan pada kami dalam Qur’anMu yang agung, bahwa Engkau telah memberikan pada kami kemenangan yang nyata, agar Engkau mengampuni dosa kami yang telah lalu dan yang akan datang. Dan menambahkan pada kami kenikmatan yang banyak dai sisiMu, menunjuki kami jalan yang lurus serta menolong kami dengan pertolongan yang dahsyat dari sisiMu ya Allah.
Ya Allah, kami mohon apa yang Kau janjikan dalam Qur’anMu yang agung, beri kami kemenangan demin kemenangan dari sisiMu. Beri kami kemenangan yang nyata dari sisiMu ya Allah. Ampuni dosa dosa kami yang telah lalu dan yang akan datang ya Allah, yang kami ketahui maupun tidak kami ketahui, yang kami sengaja maupunh tidak kami sengaja.
Ya Allah tambahkan bagi kami kenikmatan yang banyak dari sisiMu, tolong kami untuk mensyukuri berbagai nikmat karunia yang telah Kau berikan pada kami, jangan Kau cabut berbagai nikmat dan karunia yang telah Kau berikan pada kami ya Allah.
Ya Allah tunjuki kami jalan yang lurus , jalan yang ditempuh oleh pada Nabi, para Rasulu para solohin para sodiqin. Jalan yang penuh dengan rahmat dan berkahMu ya Allah. Bukan jalan orang yang sesat dan bukan pula jalan orang yang Kau murkai.
Ya Allah tolong kami dengan pertolongan yang dahsyat dari sisiMu, tolong kami mengalahkan musuh musuh kami, tolong kami mengatasi berbagai masalah yang hadisr dihadapan kami. Ya Allah Engkaulah penolong kami, Engkaulah pelindung kami, Engkaulah Tuhan kami ya Allah, perkenankanlah permohonan kami ini, Engkaulah sebaik baik yang memperkenankan doa.
Kegiatan tadabbur untuk membuka pintu rezeki ini bisa dilakukan setiap hari sesudah shalat subuh atau sesudah maghrib sambil menunggu waktu shalat isya. Ada baiknya pembacaan tadabbur ini diselingi dengan membaca kalimat hasballah sebagai berikut dibawah ini.
“Hasbiyallah wanikmal wakil, nikmal maula wani’man nashir  3 x
(Aku berserah diri pada Allah, dialah sebaik baik pelindung, sebaik baik pemimpin dan sebaiki baik penolong), dilanjutkan membaca
Wa kafa billahi waliyya (cukuplah Allah sebagi pemimpin kami),
Wakafa billahi syahida (cukuplah Allah yang menyaksikan kami)
Wakafa billahi wakiila (cukuplah Allah pelindung kami)
Wakafa billahi nashira (cukuplah Allah  penolong kami)
Kemudian baca tadabbur fathir 2-3 berikut tadabburnya
Selanjutnya  baca hasballah seperti diatas , dan lanjutkan dengan Tadabbur  Al Israak 30 demikian seterusnya sampai selesai.  Cara pelaksanaannya dapat anda dengarkan pada Audio MP 3 berikut dibawah ini.

00:00
00:00
DOWNLOAD Jika anda belum hafal ayat ayat diatas atau masih terbata bata membacanya sedangkan keadaan anda amat mendesak, anda bisa mendengarkan audio MP3 tadabbur diatas setiap selesai shalat subuh atau maghrib. Dengarkan dengan seksama, hayati doa yang dipanjatkan dengan sepenuh hati. Rasakan getaran jiwa anda yang sedangh bermunajat pada Allah. Insya allah Dia akan mendatangkan pertolongan yang dahsyat bagi anda untuk keluar dari berbagai kesulitan yang sedang anda alami.
Mudah mudahan tadabbur beberapa ayat diatas bisa membantu saudara kita yang berada  dalam kesulitan hidup dan dililit hutang. Hingga berhasil keluar dari semua kesulitan itu .

(fadhilza.com)

Tadabbur Quran Untuk Menghilangkan Stress , Cemas Dan Gelisah

Kadang kala kita dilanda rasa tertekan ,  cemas , gelisah, kecewa dan stress  yang berkepanjangan. Diantaranya ada yang kita ketahui penyebabnya misalnya kehilangan orang atau barang yang disayangi, beban pekerjaan yang menumpuk dan tidak kunjung selesai, masalah pelik yang tidak bisa diselesaikan dan lain sebagainya. Namun ada juga yang tidak kita ketahui penyebabnya. Tanpa alasan dan sebab yang jelas kita merasa cemas, tertekan dan stressa berkepanjangan.
Rasa cemas dan stress berkepanjangan yang dibiarkan berlarut larut bisa menyebabkan berbagai gangguan pada fisik maupun jiwa seseorang.  Gangguan pada fisik biasa disebut gangguan psikosomatik  seperti rasa gatal pada kulit, naiknya asam lambung, jantung berdebar, gangguan liver , luka dikulit atau bagian dalam tubuh yang tidak pernah sembuh dan lain sebagainya. Gangguan pada jiwa bisa berupa linglung, pelupa, sering marah, bicara sendiri, melamun, tidak ada gairah dan semangat kerja bahkan dalam jangka panjang bisa menjadi gila.
Untuk menghilangkan berbagai perasaan negatif itu cobalah lakukan tadabbur Qur an dengan mendengar dan mentadabburi beberapa ayat Qur’an sebagai berikut dibawah ini.

  1. SURAT AL HADIT AYAT 22-23
Dengarkan surat Al Hadit ayat 22-23 berikut terjemahannya dibawah ini berulang ulang, hayati dan resapi maknanya.

00:00
00:00
DOWNLOAD

22. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.23. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembiraterhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,
 Selesai mendengar surat Al Hadit ayat 22-23 diatas tadabburi ayat tersebut seperti berikut dibawah ini . Baca dengan nada puitis dan penuh penghayatan :
“Ya Allah telah Kau ingatkan pada kami dalam Qur’anMU yang agung bahwa tidak ada satu musibah dan bencana yang menimpa dibumi dan pada diri kami, melainkan sudah Kau tetapkan didalam kitab sebelum terjadinya. Semua itu Kau jelaskan pada kami agar kami tidak bersedih atas apa yang luput dari kami , dan tidak terlalu bergembira dengan apa yang telah Kau berikan pada kami. Sesungguhnya Engkau tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.
Ya Allah tolong kami untuk menyadari peringatanMu ini, beri kami kekuatan dan kesabaran menjalani apa yang telah Kau tetapkan bagi kami. Jangan Kau jadikan kami bersedih, kecewa, dan putus asa atas apa yang menimpa kami. Beri kami kekuatan dan kesanggupan mengatasi segala masalah yang hadir dihadapan kami. Tolong kami untuk ikhlas dan ridho atas apa yang telah kau tetapkan bagi kami. Hilangkan kesedihan, kekecewaan, kegelisahan dari hati kami ya Allah. Teguhkan iman dan keyakinan kami padaMU. Perkenankanlah permohonan kami ini ya Allah”

Diharapkan dengan memahami ayat diatas muncul kesadaran bahwa apa saja kejadian yang terjadi dan menimpa kita sudah ada ketetapannya disisi Allah. Kita harus berusaha untuk ikhlas dan ridho dengan semua ketetapanNya tersebut  , tidak perlu merasa sedih atau kecewa. Kalau Allah berkehendak Diapun bisa menghilangkan semua bencana dan musibah itu dalam sekejap mata.
  1. SURAT AT TAUBAH AYAT 51
Dengarkan surat At Taubah ayat 51 berikut terjemahannya dibawah ini berulang ulang , hayati dan resapi maknanya.
00:00
00:00
DOWNLOAD

51. Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”
Selesai mendengar surat At Taubah ayat 51 diatas tadabburilah seperti yang dicontohkan dibawah ini. Baca tadabbur tersebut dengan nada puitis dan penuh penghayatan
“Ya Allah telah Kau ingatkan pada kami dalam Qur’anMu yanga agung, bahwa tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah Kau tetapkan bagi kami. Engkaulah pemimpin kami , Engkaulah pelindung kami. Hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan berserah diri.
 Ya Allah kami mohon padaMu tolong kami untuk memahami peringatanMu ini, bahwa tidak akan menimpa kami sesuatu melainkan dengan izin dan kehendakMu. Tidak akan menimpa kami sesuatu melainkan apa yang telah Kau takdirkan dan tetapkan bagi kami. Engkaulah pemimpin dan pelindung kami.
 Ya Allah kami mohon padaMu tetapkan bagi kami berbagai kebaikan dan kebanjikan dari sisiMu, jangan Kau tetapkan bagi kami berbagai kejadian buruk dan tidak menyenangkan. Tolong kami untuk ikhlas dan ridho dengan apa yang Kau tetapkan bagi kami. Tolong kami untuk bertawakkal dan berserah diri hanya padaMU. Perkenankanlah permohonan kami ini ya Allah. “

Dengan memahami dan mentadabburi ayat diatas diharapkan muncul keyakinan didalam diri kita , bahwa tidak ada suatu bencana atau musibah yang menimpa kita melainkan dengan izin dan kehendak Allah. Tanpa izin dan kehendakNya semua itu tidak akan terjadi atas diri kita.
Diharapkan juga muncul didalam diri kita keyakinan bahwa Allah adalah pemimpin, pelindung dan penolong kita yang maha kuat dan maha perkasa.
Dengan keyakinan ini diharapkan akan  muncul dihati kita kekuatan dan semangat untuk bertawakkal dan berserah diri hanya pada Allah.
  1. SURAT FUSHILAT AYAT 30-32
Dengarkan surat Fushilat ayat 30-32 berikut terjemashannya dibawah ini berulang ulang, hayati dan resapi maknanya.

00:00
00:00
DOWNLOAD

30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. 32. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Fushilat 30-32)
Selesai mendengar surat Fushilat ayat 30-32 diatas tadabburilah ayat tersebut seperti yang dicontohkan dibawah ini, baca dengan nanda puitis dan penuh penghayatan.
“Ya Allah telah Kau ingatkan pada kami dalam Qur’anMU yang agung, bahwa orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka berpendirian teguh, turun kepada mereka para Malaikat mengatakan :” jangan kalian takut dan jangan kalian bersedih, bergembiralah kalian dengan syurga yang dijanjikan Allah,  kamilah penolong penolong kamu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Didalamnya kamu mendapatkan apa saja yang kalian inginkan dan apa saja yang kalian minta. Sebagai pemberian dari Tuhanmu yang maha pengasih”
Ya Allah kami mohon pada Mu teguhkan iman dan keyakinan kami padaMU, datangkan kepada kami para Malaikatmu yang siap memberikan pertolongan pada kami dalam menghadapi berbagai masalah yang kami hadapi. Masukan ketenangan, kenyamanan dan ketentraman kedalam hati kami, hilangkan kesedihan, kegelisahan, kecemasan dari hati kami. Gembirakan kami dengan syurga yang Kau janjikan bagi kami. Perkenankanlah permohonan kami ini ya Allah”

Dengan memahami dan mentadabburi ayat tersebut diatas diharapkan muncul dihati kita semangat untuk tetap teguh dan istiqomah beriman pada Allah. Disamping itu muncul keyakinan bahwa Allah akan mengirimkan bantuan para MalaikatNya dalam mengatasi berbagai masaah yang sedang kita hadapi.  Insya Allah keyakinan itu akan melenyapkan rasa sedih dan duka yang sedang dialami.
Mudah mudahan dengan mentadabburi beberapa ayat diatas bisa membantu saudara saudara kita yang sedang bersedih, gelisah , dan cemas menghadapi berbagai problem yang menimpa mereka.  Ayat ayat diatas diharapkan memberi kekuatan dan ketabahan pada mereka dalam mengatasi dan menyelesaikan  berbagai masalah yang mereka hadapi.

  1. SURAT ATHUR 48-49
Dengarkan surat At Thur ayat 48-49 berikut terjemahannya dibawah ini berulang ulang, resapi dan hayati maknanya

00:00
00:00
DOWNLOAD

48. Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri49. dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar). (At Thur 48-49)

Setelah mendengar dan menghayati surat At Thur ayat 48-49   diatas, matikan MP3 tersebut kemudian baca doa sebagai berikut:
“ Ya Allah telah Kau ingatkan pada kami agar kami bersabar dengan apa yang telah  kau tetapkan bagi kami. Sesungguhnya kami berada dalam pengawasan dan penjagaanMu. Dan telah Kau ingatkan pada kami agar kami bertasbih mensucikan namaMu ketika kami bangun dan berdiri, dan telah Kau ingatkan pula pada kami agar kami bertasbih menyebut namaMu dimalam hari hingga terbenam bintang dilangit. Ya Allah Tolong kami untuk bersabar dengan apa yang telah Kau tetapkan pada kami, tetapkan hati kami untuk bertasbih mensucikan namaMu dimanapun kami berada , jadikan kami dalam pengawasan dan penjagaanMU. Perkenankanlah permohonan kami ini ya Allah”
Diharapkan dengan memahami dan menghayati surat at Thur ayat 48-49 ini muncul kesadaran agar kita bersabar , ikhlas dan ridho dalam menjalani berbagai keputusan dan ketetapan Allah atas diri kita .  Disamping itu muncul keyakinan bahwa Allah selalu mengawasi dan memperhatikan keadaan kita dimanapun kita berada. Selanjutnya sebagaimana yang dianjurkan Allah dalam ayat tersebut muncul gairah dan semangat untuk selalu bertasbih mensucikan namaNya dimanapun kita berada baik ketika berdiri duduk dan berbaring.

(fadhilza.com)

Makna Surat Al-Lahab (Api yang Bergejolak)

Al Lahab 1 – 5




Abu Lahab adalah paman dari Nabi SAW sendiri, saudara dari ayah beliau. Nama kecilnya Abdul ‘Uzza. Sebagai kita tahu, ‘Uzza adalah nama sebuah berhala yang dipuja orang Quraisy, Abdul ‘Uzza bin Abdul Muthalib. Nama isterinya ialah Arwa, saudara perempuan dari Abu Sufyan Sakhar bin Harb, khalah dari Mu’awiyah.  Dia dipanggilkan Abu Lahab, yang dapat diartikan ke dalam bahasa kita dengan “Pak Menyala”, karena mukanya itu bagus, terang bersinar dan tampan. Gelar panggilan itu sudah dikenal orang buat dirinya.
Dalam kekeluargaan sejak zaman sebelum Islam, hubungan Muhammad SAW sebelum menjadi Rasul amat baik dengan pamannya ini, sebagai dengan pamannya yang lain-lain juga. Tersebut di dalam riwayat seketika Nabi Muhammad SAW lahir ke dunia, Abu Lahab menyatakan sukacitanya, karena kelahiran Muhammad dipandangnya akan ganti adiknya yang meninggal dunia di waktu muda, ayah Muhammad, yaitu Abdullah. Sampai Abu Lahab mengirimkan seorang jariahnya yang muda, bernama Tsuaibah untuk menyusukan Nabi sebelum datang Halimatus-Sa’diyah dari desa Rani Sa’ad.
Dan setelah anak-anak pada dewasa, salah seorang puteri Rasulullah SAW kawin dengan anak laki-laki Abu Lahab.

Tetapi setelah Rasulullah SAW menyatakan da’wahnya menjadi Utusan Allah, mulailah Abu Lahab menyatakan tantangannya yang amat keras, sehingga melebihi dari yang lain-lain. Bahkan melebihi dari sikap Abu Jahal sendiri.

Seketika datang ayat yang tersebut di dalam Surat 26, Asy-Syu’ara, ayat 214:
“Dan beri peringatanlah kepada kaum kerabatmu yang terdekat,” keluarlah Nabi SAW dari rumahnya menuju bukit Shafa. Dia berdiri dan mulai menyeru: “Ya Shabahah!” (Berkumpullah pagi-pagi!). Orang-orang yang mendengar tanya bertanya, siapa yang menyeru ini. Ada yang menjawab: “Muhammad rupanya.” Lalu orang pun berkumpul.
Maka mulailah beliau mengeluarkan ucapannya: “Hai Bani Fulan, Hai Bani Fulan, Hai Bani Abdi Manaf, Hai Bani Abdul Muthalib!” Semua Bani yang dipanggilnya itu pun datanglah berkumpul. Lalu beliau berkata: “Kalau aku katakan kepada kamu semua bahwa musuh dengan kuda peperangannya telah keluar dari balik bukit ini, adakah di antara kamu yang percaya?”
Semua menjawab: “Kami belum pernah mengalami engkau berdusta.”
Maka beliau teruskanlah perkataannya: “Sekarang aku beri peringatan kepadamu semuanya, bahwasanya di hadapan saya azab Tuhan yang besar sedang mengancam kamu.”
Tiba-tiba sedang orang lain terdiam mempertimbangkan perkataannya yang terakhir itu bersoraklah Abu Lahab: “Apa hanya untuk mengatakan itu engkau kumpulkan kami ke mari?” “Tubbanlaka!” Anak celaka!.

Tidak berapa saat kemudian turunlah Surat ini, sebagai sambutan keinginan Abu Lahab agar Nabi Muhammad SAW anaknya itu dapat kebinasaan:
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab.” (pangkal ayat 1). Diambil kata ungkapan kedua tangan di dalam bahasa Arab, yang berarti bahwa kedua tangannya yang bekerja dan berusaha akan binasa. Orang berusaha dengan kedua tangan, maka kedua tangan itu akan binasa, artinya usahanya akan gagal: “Watabb!” – “Dan binasalah dia.” (ujung ayat 1). Bukan saja usaha kedua belah tangannya yang akan gagal, bahkan dirinya sendiri, rohani dan jasmaninya pun akan binasa. Apa yang direncanakan di dalam menghalangi da’wah Nabi SAW tidaklah ada yang akan berhasil, malahan gagal!

Menurut riwayat tambahan dari Al-Humaidi: “Setelah isteri Abu Lahab mendengar ayat Al-Qur’an yang turun menyebut nama mesjid. Beliau SAW di waktu itu memang ada di dalam mesjid di dekat Ka’bah dan di sisinya duduk Abu Bakar r.a. Dan di tangan perempuan itu ada sebuah batu sebesar segenggaman tangannya. Maka berhentilah dia di hadapan Nabi yang sedang duduk bersama Abu Bakar itu. Tetapi kelihatan olehnya hanya Abu Bakar saja. Nabi SAW sendiri yang duduk di situ tidak kelihatan olehnya. Lalu dia berkata kepada Abu Bakar: “Hai Abu Bakar, telah sampai kepada saya beritanya bahwa kawanmu itu mengejekkan saya. Demi Allah! Kalau saya bertemu dia, akan saya tampar mulutnya dengan batu ini.”

Sesudah berkata begitu dia pun pergi dengan marahnya.
Maka berkatalah Abu Bakar kepada Nabi SAW “Apakah tidak engkau lihat bahwa dia melihat engkau?” Nabi menjawab: “Dia ada menghadapkan matanya kepadaku, tetapi dia tidak melihatku. Allah menutupkan penglihatannya atasku.”
“Tidaklah memberi faedah kepadanya hartanya dan tidak apa yang diusahakannya.” (ayat 2). Dia akan berusaha menghabiskan harta-bendanya buat menghalangi perjalanan anak saudaranya, hartanyalah yang akan licin tandas, namun hartanya itu tidaklah akan menolongnya. Perbuatannya itu adalah percuma belaka. Segala usahanya akan gagal.

Menurut riwayat dari Rabi’ah bin ‘Ubbad Ad-Dailiy, yang dirawikan oleh Al-Imam Ahmad: “Aku pernah melihat Rasulullah SAW di zaman masih jahiliyah itu berseru-seru di Pasar Dzil Majaz: ‘Hai sekalian manusia! Katakanlah ‘Laa Ilaha Illallah,’ (Tidak ada Tuhan melainkan Allah), niscaya kamu sekalian akan beroleh kemenangan.’”

Orang banyak berkumpul mendengarkan dia berseru-seru itu. Tetapi di belakangnya datang pula seorang laki-laki, mukanya cukup pantas. Dan dia berkata pula dengan kerasnya: “Jangan kalian dengarkan dia. Dia telah khianat kepada agama nenek-moyangnya, dia adalah seorang pendusta!” Ke mana Nabi SAW pergi, ke sana pula diturutkannya. Orang itu ialah pamannya sendiri, Abu Lahab.
Menurut riwayat dari Abdurrahman bin Kisan, kalau ada utusan dari kabilah-kabilah Arab menemui Rasulullah SAW di Makkah hendak minta keterangan tentang Islam, mereka pun, ditemui oleh Abu Lahab. Kalau orang itu bertanya kepadanya tentang anak saudaranya itu, sebab dia tentu lebih tahu, dibusukkannyalah Nabi SAW dan dikatakannya: “Kadzdzab, Sahir.” (Penipu, tukang sihir).
Namun segala usahanya membusuk-busukkan Nabi itu gagal jua!

“Akan masuklah dia ke dalam api yang bernyala-nyala.” (ayat 3). Dia tidak akan terlepas dari siksaan dan azab Allah. Dia akan masuk api neraka. Dia kemudiannya mati sengsara karena terlalu sakit hati mendengar kekalahan kaum Quraisy dalam peperangan Badar. Dia sendiri tidak turut dalam peperangan itu. Dia hanya memberi belanja orang lain buat menggantikannya. Dengan gelisah dia menunggu berita hasil perang Badar. Dia sudah yakin Quraisy pasti menang dan kawan-kawannya akan pulang dari peperangan itu dengan gembira. Tetapi yang terjadi ialah sebaliknya. Utusan-utusan yang kembali ke Makkah lebih dahulu mengatakan mereka kalah. Tujuh puluh yang mati dan tujuh puluh pula yang tertawan. Sangatlah sakit hatinya mendengar berita itu, dia pun mati. Kekesalan dan kecewa terbayang di wajah jenazahnya.

Anak-anaknya ada yang masuk Islam seketika dia hidup dan sesudah dia mati. Tetapi seorang di antara anaknya itu bernama Utaibah adalah menantu Nabi, kawin dengan Ruqaiyah. Karena disuruh oleh ayahnya menceraikan isterinya, maka puteri Nabi itu diceraikannya. Nabi mengawinkan anaknya itu kemudiannya dengan Usman bin Affan. Nabi mengatakan bahwa bekas menantunya itu akan binasa dimakan “anjing hutan”. Maka dalam perjalanan membawa perniagaan ayahnya ke negeri Syam, di sebuah tempat bermalam di jalan dia diterkam singa hingga mati.
“Dan isterinya.” (pangkal ayat 4). Dan isterinya akan disiksa Tuhan seperti dia juga. Tidak juga akan memberi faedah baginya hartanya, dan tidak juga akan memberi faedah baginya segala usahanya: “Pembawa kayu bakar.” (ujung ayat 4).

Sebagai dikatakan tadi nama isterinya ini Arwa, gelar panggilan kehormatannya sepadan dengan gelar kehormatan suaminya. Dia bergelar Ummu Jamil: Ibu dari kecantikan! Dia saudara perempuan dari Abu Sufyan. Sebab itu dia adalah ‘ammah (saudara perempuan ayah) dari Mu’awiyah dan dari Ummul Mu’minin Ummu Habibah. Tetapi meskipun suaminya di waktu dulu seorang yang tampan dan ganteng, dan dia ibu dari kecantikan, karena sikapnya yang buruk terhadap Agama Allah kehinaan yang menimpa diri mereka berdua. Si isteri menjadi pembawa “kayu api”, kayu bakar, menyebarkan api fitnah ke sana sini buat membusuk-busukkan Utusan Allah.
“Yang di lehernya ada tali dari sabut.” (ayat 5).

Ayat ini mengandung dua maksud. Membawa tali dari sabut, artinya, karena bakhilnya, dicarinya kayu api sendiri ke hutan, dililitkannya kepada lehernya, dengan tali daripada sabut pelepah korma, sehingga berkesan kalau dia bawanya berjalan.
Tafsir yang kedua ialah membawa kayu api ke mana-mana, atau membawa kayu bakar. Membakar perasaan kebencian terhadap Rasulullah mengada-adakan yang tidak ada. Tali dari sabut pengikat kayu api fitnah, artinya bisa menjerat lehernya sendiri.

Ibnu Katsir mengatakan dalam tafsirnya bahwa Tuhan menurunkan Surat tentang Abu Lahab dan isterinya ini akan menjadi pengajaran dan i’tibar bagi manusia yang mencoa berusaha hendak menghalangi dan menantang apa yang diturunkan Allah kepada Nabi-Nya, karena memperturutkan hawa nafsu, mempertahankan kepercayaan yang salah, tradisi yang lapuk dan adat-istiadat yang karut-marut. Mereka menjadi lupa diri karena merasa sanggup, karena kekayaan ada. Disangkanya sebab dia kaya, maksudnya itu akan berhasil. Apatah lagi dia merasa bahwa gagasannya akan diterima orang, sebab selama ini dia disegani orang, dipuji karena tampan, karena berpengaruh. Kemudian ternyata bahwa rencananya itu digagalkan Tuhan, dan harta-bendanya yang telah dipergunakannya berhabis-habis untuk maksudnya yang jahat itu menjadi punah dengan tidak memberikan hasil apa-apa. Malahan dirinyalah yang celaka. Demikian Ibnu Katsir.
Dan kita pun menampak di sini bahwa meskipun ada pertalian keluarga di antara Rasulullah SAW dengan dia, namun sikapnya menolak kebenaran Ilahi, tidaklah akan menolong menyelamatkan dia hubungan darahnya itu.
***
Selain bernama “Al-Lahab” (nyala) Surat ini pun bernama “Al-Masadd”, yang berarti tali yang terbuat dari sabut itu. Beberapa faedah dan kesan kita perdapat dari Surat ini.
Pertama: Meskipun Abu Lahab paman kandung Nabi SAW saudara kandung dari ayahnya, namun oleh karena sikapnya yang menantang Islam itu, namanya tersebut terang sekali di dalam wahyu, sehingga samalah kedudukannya dengan Fir’aun, Haman dan Qarun, sama disebut namanya dalam kehinaan.
Kedua: Surat Al-Lahab ini pun menjadi i’tibar bagi kita bagaimana hinanya dalam pandangan agama seseorang yang kerjanya “membawa kayu api”, yaitu menghasut dan memfitnah ke sana ke mari dan membusuk-busukkan orang lain. Dan dapat pula dipelajari di sini bahwasanya orang yang hidup dengan sakit hati, dengan rasa kebencian kerapkalilah bernasib sebagai Abu Lahab itu, yaitu mati kejang dengan tiba-tiba bilamana menerima suatu berita yang tidak diharap-harapkannya. Mungkin juga Abu Lahab itu ditimpa oleh penyakit darah tinggi, atau sakit jantung.

sumber : http://tafsir.cahcepu.com/allahab/al-lahab-1-5/
Back to top